Oleh: Hendry Nofry Pasalbessy.
Apa sebetulnya waktu itu?
Yang menggenggam kita secara sangat aneh dan misterius?
Kenyataan tanpa wujud yang selalu saja superior.
Sanggup meluruhkan daya, membuat kita tidak pernah mampu mengalahkannya!
Kita bahkan terjerat melayaninya yang terus berlari di lintasannya tanpa terhentikan, hingga harus mengakui dari dalam energi hidup kita yang terkulai kehilangan kesombongan, bahwa; Bukan hanya “ketika waktunya tiba”, namun sepenjang waktu kita tidak memegang kendali.” Ya!, waktulah tuan kita yang terhormat.
Kita tidak dapat lagi kembali ke masa lalu dan dengan kemustahilan itu pula tidak akan bisa memproyeksikan diri kita di masa depan!, hingga melemparkan beban itu pada intuisi dan imajinasi yang terbukti beberapa diantaranya meleset jauh.
Itulah kenyataan yang melumpuhkan kedikdayaan aku, kamu, kita dan jagat raya ini di hadapan waktu yang tidak lain misteri.
Waktu!,..
Dia mewajahkan mitos atas kita hingga dengan sedikit berlaga bijak, juga penuh sok tahu berkata “tenang saja karena waktu akan menyembuhkan” luka-luka hati kita, padahal nalar kita sudah selesai menerangkan betapa lebih banyak ia tidak berkontribusi melakukan hal demikian.
Dan saat kamu berkata “sudah tidak ada waktu lagi” untuk berleha-leha atas sesuatu, aku mungkin justru berkata “kita masih punya banyak waktu.”
Lalu siapakah yang sesungguhnya membual penuh kepongahan antara aku dan kau di hadapan waktu itu?
Inilah kebenarannya bahwa dia tidak pernah menunggu siapapun dan keadilannya mutlak tak terbantakan sebab baik kemarin, detik ini dan untuk selanjutnya, dia memberi kepada kita secara berimbang dari keberadaannya.
Aku, kamu, mereka dan siapapun, bahkan alam ini dijatahi penuh waktu yang sama. Kau presiden punya waktu yang sama dengan tukang sayur yang tiap hari lalu-lalang didepan rumahku.
Kau politisi yang paling gagah dan flamboyang tidak dikaruniai waktu lebih sedetikpun dibandingkan tukang cukur rambut yang hanya bekerja di waktu terang.
Pejabat birokrat, pendeta, guru maupun industriawan yang sibuk dibebani banyak tanggungjawab, tidak memiliki waktu yang lebih dari seorang pengamen jalanan, pengemis, gelandangan pengangguran, siswa putus sekolah.
Semua punya waktu yang sama!
Dia kadang dihakimi sebagai kejam manakala tukang maling ayam dihadapkan pada koruptor, tetapi akan selalu adil dalam perjalanan waktu untuk menjadi si penuntut balas.
Dia dirayakan dan disematkan nama, kualitas dan kuantitas hingga punya otoritas yang terus berputar dalam rorasi penanda tertentu, menyebabkan pada kita ada ulang hari, ulang minggu, ulang bulan, ulang tahun, ulang abad dan segenap ulang-ulang lainnya.
Sementara, diapun terus berjalan menabur usia, mempertua seluruh kenyataan hingga ketika bagian dari diri kita pergi, menjadi mustahil untuk bisa kembali.
Yaa!, dia memang tidak memberi sebagaimana layaknya ketika uang dan materi bisa kita habiskan berulang-ulang dan menghabiskannya dengan cara apapun yang kita mau.
Waktu,.. kita hanya bisa menghabiskannya sekali dan sesudahnya dia tidak akan pernah kembali walaupun kita kadang-kadang berharap ia akan kembali.
Sungguh, sebagaimana detik ini aku berharap dalam doa engkau sang waktu yang penuh kekuatan itu, akan kembali lagi dan terus kembali di 2 Mei untuk dia meski yang kembali bukanlah waktu yang sama.
“Selamat Ulang Tahun ke-6, VICTOR NATANOF IMMANUEL PASALBESSY
Mari bersama merancangkan harapan terbaik bagimu di sepanjang tahun ini, dan akan ku ajari tentang “tidak ada penjelasan atas kehidupan yang lengkap tanpa menyertakan beberapa pertimbangan tentang waktu”, sebab bukankah UNTUK SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA?!
TUHAN MEMBERKATIMU.
-------
Posting pertama 03 Mei 2020
No comments:
Post a Comment