Tuesday, October 1, 2024

KEBENARAN (Realitas dan Jenisnya)

Penulis: Hendry Nofry Pasalbessy. 

Kebenaran di era disruptive sekarang ini sudah tidak lagi tunggal dan searah (linear) pada hukum proposisi jika-maka. Hal ini menyebabkan kebenaran yang dipegang seseorang mudah dikonfrontasi atau bahkan di kontestasi oleh kebenaran versi orang lain sekalipun tanpa landasan verifikasi memadai. Kenyataan ini bahkan mengangkat harkat hoax secara absurd pada perspektif tertentu dan dimaknai sebagai kebenaran atau dipandang sebagai "kebenaran alternatif".

Parahnya adalah keadaan ini telah menjadi keseharian kita semua. 
Lalu bagaimana KITA menyikapinya? Rumus paling sederhana tapi sekaligus sulit adalah "terus belajar dan mengasah kekritisan" terutama pada spektrum menilai, memilih dan memutuskan apa atau mana yang mana yang pantas dianggap kebenaran serta patut dijadikan acuan. 

Untuk bisa menilai serta memutuskan di atas landasan keyakinan terhadap apa yang dianggap kebenaran, seseorang perlu mengenali secara baik jenis-jenis kebenaran. Di dalam hal ini, setidaknya ada banyak sekali jenis kebenaran yang telah dikenal orang banyak, dan beberapa diantaranya yang bisa disampaikan pada kesempatan tulisan ini, antara lain:


1. Kebenaran religius. 
Kebenaran religius adalah jenis kebenaran yang dibangun berdasarkan kaidah agama atau keyakinan tertentu. Istilah lain untuk jenis kebenaran ini yakni "kebenaran absolut". Suatu kebenaran yang tidak terbantahkan.


2. Kebenaran filosofis.
Kebenaran filosofis adalah jenis kebenaran yang dihasilkan melalui suatu proses perenungan atau kontemplatif terhadap hakikat dari sesuatu. 
Kekhasan dari jenis kebenaran ini adalah sekalipun pada umumnya pandangan kebenaran mengandung aspek subjektif namun anasir subjektivitas dan relativitas pada kebenaran filosofis benar-benar kokoh.


3. Kebenaran estetis. 
Jenis kebenaran ini berpaut pada kesadaran akan nuansa artistika atau seni. Kebenaran ini melandaskan postulatnya pada penilaian indah atau buruk. 


4. Kebenaran ilmiah. 
Ini jenis kebenaran rasional, ditandai terpenuhinya melalui syarat-syarat ilmiah yang difasilitasi oleh bukti empiris, hasil pengukuran objektif yang disesuaikan dengan data dan fakta.


5. Kebenaran pengetahuan mutlak. 
Kebenaran pengetahuan mutlak adalah kebenaran yang tidak berubah dan ada pada hakikat dirinya sendiri.
Adakah orang berpengetahuan yang dapat mengatakan bahwa matahari tidak panas? Tentu tidak, dan kesimpulan ini datang dari  kebenaran pengetahuan yang bersifat mutlak. 


6. Kebenaran relatif. 
Ini tergolong kenenaran yang anstationery. Kebenaran yang berubah-ubah, tidak tetap. Suatu kenenaran yang masih dapat dipengaruhi hal lain di luar hakikat dirinya.

Selamat membaca...