Penulis: Hendry Nofry Pasalbessy.
PENGANTAR
Sebulan lebih ke depan, kita, -- kumpulan orang-orang beriman-- akan menjumpai bersamaan itu dijumpai spirit dan semarak perayaan Natal. Menjelang datangnya peristiwa bersejarah dalam ajaran iman ktisten ini, ada suatu masa yang juga kita rayakan didalam suatu rangkaian makna utuh dengan Natal, berkaitan dengan peristiwa maupun tokoh.
Melalui masa raya ini, mimbar-mimbar pemberitaan injil di kebaktian Minggu jemaat, perenungan, diskusi dan meditasi di kebaktian-kebaktian persekutuan Ranting, Cabang, Daerah, Sektor, Unit dan lain-lain kebaktian Kristen kita disuguhi berita seputar kelahiran "seorang Bayi, kisah tentang ibu-Nya, kisah tentang seorang raja yang kejam, hingga kisah para majus.”
Melalui kisah-kisah fenomenal ini, logika, intuisi dan iman kita digugah menerawang jauh pada peristiwa ribuah tahun lalu, yang melaluinya juga terpantik kebangkitan harapan datangnya satu masa baru yang membentang penuh harapan dari "kepastian janji” keselamatan. Masa itu adalah “Adven.” Masa yang membawa kenangan tetapi juga harapan.
Adven membuat kita mengerti bahwa dibaharui dan dituntun menuju pintu keselamatan, bukanlah peristiwa sim salabim. Something suddenness. Sekalipun Allah memiliki kuasa untuk memungkinkan segala sesuatu, namun dalam karya keselamatan terhadap buatan tangan-Nya, Allah tidak menyugugi sesuatu yang sekonyong-konyong terjadi. Pada titik ini kita dicerahi adanya proses atau momen luar biasa yang menjelaskan betapa Allah menginisiasi keselamatan kita melalui cara yang sangat teratur dan luar biasa.
Sehubungan itu, baik sebagai tradisi pewartaan maupun substansi penghayatan, Ibadah AMGPM Daerah Pulau Ambon bulan ini mengangkat topik NILAI ADVENTUS BAGI POTENSI AMGPM DAPUA. Ibadah Daerah terakhir di tahun 2019 yang berlangsung di Cabang Hermon ini, berupaya mewacanakan dan mengkondisikan suasana persekutuan Daerah Pulau Ambon sebelum Perayaan Natal yang untuk tahun ini akan dilangsungkan di Cabang Bethesda.
PENGERTIAN DAN SEJARAH
Etimologi dan Arti.
Akar atau asal istilah Adven diambil dari kata Latin ‘Adventus’, yakni "Kedatangan". Arti Adven ini kurang lebih sama artinya dengan 'Epidemia' (bahasa Yunani) yakni kedatangan dewa (ilah/allah) ke daerah kultusnya, artinya sama dengan ‘Epiphaneia’ atau ‘Theophaneia’. Dengan demikian, periode atau masa adven berarti masa untuk menunggu kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Masa ini berlangsung selama 4 minggu. Umumnya dihitung dari tanggal 27 Nopember --jika bertepatan hari minggu. Pada konteks waktu tulisan ini dibuat, Adventus pertama jatuh pada hari Minggu tanggal 1 Desember.
Sebagian kalangan berpendapat bahwa sebetulnya masa Adven adalah masanya berpuasa untuk merefleksikan bentuk persiapan umat menjelang datangnya Tuhan Yesus. Akan tetapi sebagai catatan bahwa makna teologis penantian yang dilakukan dengan puasa ini cenderung bermuatan paradoks yakni bahwa sekalipun kerap dimaknai menanti kedatangan Yesus Kristus sebagai Bayi malaf, namun bacaan-bacaan Alkitab pada masa Adven ini dominan memuat tema dan teks eskatologis.
Lalu, apa itu eskatologi?
Kata "eskatologi" sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, ἔσχατος yang berarti "akhir"; dan λογία, yang berarti "studi". Tafsir bebasnya adalah studi terkait akhir jaman, atau tidak lain penantian akan kedatangan Yesus Kristus kembali (parousia).
Mencuatkan tema ini, penulis jadi teringat satu lagu ketika masih bersekolah minggu (SM/TPI) di sektor Sinar Jemaat GPM Rehoboth Klasis Pulau Ambon. Syairnya berbunyi:
“Tuhan datang kedua kali, Seperti pencuri pada malam.
Langit dan bumi s'perti lautan, Seluruh dunia.
Sebab itu, hendaklah engkau, Bersedia pada setiap masa.
Agar supaya jangan binasa, Waktu kedatangan-Nya.”
Sejarah Awal Perayaan Adven.
Meski sejarah mula-mula Adventus tidak terlampau jelas atau setidaknya sangat kurang referensi penjelasan atasnya (prakter hidup Gereja di jaman awal hingga puncak kekokohannya, sangat mensubordinat dimensi kehidupan lain seperti Sosial, Politik, Ekonomi, Budaya, Keuangan, Kekuasaan kenegaraan dan lain-lain, terutama ilmu pengetahuan sehingga Adventus menurut Penulis pasti meliputi perspektif itu semua, dan ini yang kurang terungkap). Meski demikian masih dapat kita lacak pelaksanaannya pada setidaknya Tiga Negara yang di jaman kegelapan (karena pemberangusan perkembangan ilmu pengetahuan) sangat kokoh praktek keagamaannya yakni Prancis, Spanyol dan Roma-Italia. Ketiga negara di Eropa ini memiliki fundamental praktek bergereja yang di kemudian hari banyak menjadi profil sekaligus rujukan kritis dari praktek Agama (Gereja)-Negara.
Bentuk mula-mula Adventus, dilaksanakan di Perancis oleh gereja Orthodox Timur sebagai prakondisi menyambut Epifani. Sejumlah denominasi Gereja masih menekankan praktek epifani yang jatuh pada tiap tanggal 6 Januari ini, yang di dalam bahasa Yunaninya Koine. Epiphaneia artinya "penampakan jelas", atau Teofani berarti "penampakan Tuhan." Penyambutan Epifani ini mengambil bentuk melalui prosesi pembaptisan calon anggota komunitas formal Gereja diawali serta atau menekankan adanya puasa selama tiga minggu yang di kemudian waktu diperpanjang menjadi 40 hari.
Tahun 581 Prancis menetapkan tanggal 11 November sebagai awal masa Adven dan berlangsung hingga hari Natal. Dimasa ini umat berpuasa hari Senin, Rabu dan Jumat. Selain Prancis, Adven juga diterapkan di Saragossa-Spanyol pada tahun 380 hingga tahun 381. Sebaliknya, di Roma-Italia, praktek adven mulai diterapkan secara terformat sejak abad ke 7, bertepatan Paus Gregorius Agung berkuasa yaitu antara tahun 590 hingga tahun 604. Di masa itu, Adven ditetapkan berlangsung selama 4 minggu dan diisi dengan puasa.
PEMBAGIAN MASA DAN ARTI KHUSUS MINGGU-MINGGU ADVEN.
Masa Adven dirayakan dalam empat pekan berturut-turut sebelum Natal dan kita kerap mengidentifikasinya melalui penyalaan lilin sebelum dimulainya kebaktian. Namun tahukah kita, setiap minggu Adven memiliki artinya sendiri-sendiri secara berbeda?
Guna mengisi tabung wawasan sejarah gereja kita sebagai kader-kader AMGPM (Daerah Pulau Ambon), berikut ini Penulis menyebut arti-arti khusus dari empat minggu Adven tersebut:
Minggu Adven I
Pokok tema Minggu pertama Adven ini mengantar ingatan kita akan kedatangan Yesus Krisus Sang Penebus. Ditandai penyalaan sebatang lilin berwarna Ungu.
Penyalaan lilin ini terikat pada dua makna penting antara lain:
- Sebagai simbolifikasi HARAPAN”. Bahwa kita menantikan kedatangan Kristus dengan sepenuh sukacita dan harapan.
- Disebut Lilin Nabi, lilin ini hendak mengingatkan bahwa kedatangan Yesus sebagai Mesias sudah diwartakan para nabi terdahulu.
Minggu Adven II
Pokok tema Minggu Adven kedua ini mengantar ingatan kita akan arti “KESETIAAN” dan “CINTA”. Lilin ungu kedua yang disebut lilin Betlehem pun dinyalakan, pertanda mengingatkan kita agar setia mempersiapkan hati yang bertabur cinta kasih. Dan itu adalah jalan bagi kedatangan Tuhan.
Minggu Adven III
Pokok tema pada Adven adalah SUKACITA. Ditandai penyalaan dua lilin Ungu dan satu lilin Merah Jambu yang disenut lilin Gembala, membersit kegembiraan dalam menyambut Juruselamat.
Minggu Adven IV
Pokok tema di Adven yang terakhir, mengandung arti khusus PERDAMAIAN, dengan menyalakan empat buah lilin terdiri dari tiga lilin Ungu dan satu lilin Merah Jambu. ini ditandai dengan tiga batang lilin ungu dan satu lilin merah jambu.
Korona Adven
Sekedar rahasia kecil bahwa baru sekitar dua tahun lalu, Penulis tahu bahwa ornamen lingkatan (Krans Natal) berdaun pinus yang ditengahnya ditaruh aplikasi empat buah lilin dan lonceng Natal atau juga ditambah kuda kereta terbang Santa Claus adalah asesoris khas Natal yang bernama Korona Adven (lingkaran Adven). Itupun karena Penulis diminta mencarinya pada tumpukkan asesoris Natal untuk dipajang oleh istri Penulis yang karena itu pula Penulis harus sedikit berlelah berselanjar di loteng rumah mencarinya diantara tumpukkan barang-barang gudang. Setelah menenukannya barulah Penulis tahu nama bendanya ketika disebut oleh istri Penulis.
Asesoris natal yang berasal dari Skandinavia dan menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk di Ambon ini menjadi simbol yang mengandung makna tertentu. Setidaknya lingkaran daun hendak menunjuk makna putaran waktu yang selalu berlangsung tanpa akhir dan didalahnya ada lilin yang menunjuk makna harapan, kesetiaan, cinta, sukacita dan perdamaian.
NILAI ADVENTUS BAGI POTENSI AMGPM DAPUA
Sehubungan tema sentral ibadah AMGPM Daerah Pulau Ambon yang akan berlangsung di sore ini, Penulis --baik sebagai Ketua Daerah maupun sebagai kawan seiman-- hendak menegaskan bahwa Yesus Kristus yang datang adalah peristiwa historis injili. Suatu ingkarnasi Allah yang menembusi ruang, waktu dan momentum guna menginisiasi pendamaian dengan kita yang telah terjebak dosa dan maut. Dia datang untuk memberikan kehidupan yang tahan pada bermacam-macam musim hidup kita baik dalam musim-musim persekutuan AMGPM, musim-musim pergumulan pribadi dan keluarga, pekerjaan, kesehatan, interaksi sosial dan terutama musim-musim bagi ketahanan iman kita. Adven merefleksi masa penantian kedatangan yang jauh melintasi sekedar kedatangan tubuh manusiawi-Nya karena ada hakikat besar lainnya yakni hakikat eskatologis (menantikan kedatangan kembali sebagai hakim dan penyelamat) di hari Maranatha sambil sekaligus mempersiapkan Natal. Maka, taat menyelami esensi adven menjadi salah satu andil terbaik persekutuan AMGPM Daerah Pulau Ambon untuk masuk dalam syalom Allah dan rencana keselamatan Allah.
Jika kita sebagai pribadi kader dan persekutuan AMGPM ingin sampai pada tindakan kecil yang dimaksudkan untuk merawat penghayatan Adven, Penulis merekomendasikan agar setiap kita dalam lingkup pribadi, keluarga maupun persekutuan mengambil tindakan menyalakan lilin pada suatu momentum malam dan memanjatkan doa khusus. Kiranya hal ini membantu setiap kita memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya. Melalui lilin yang kita nyalakan pula ada pertanda bahwa kematian bagi orang percaya bukan sebuah perjalanan ke dalam gelap, melainkan suatu percikan cahaya pengharapan baru untuk masa depan.
PENUTUP
Kiranya arti penting Adven memunculkan kesadaran baru memandang Natal dalam hubungan dengan gereja, persekutuan pemuda AMGPM, dan seluruh lingkungan kita masing-masing. Bahwa repetisi masa Adven yang datang setiap tahun mendahului perayaan Natal bagaikan metode restart bagi ziarah iman, ziarah perskutuan AMGPM dan ziarah bergereja kita.
Selamat menyiapkan hidup memasuki minggu Adven yang mendekat.
------------------------------
- Terbit, 11 Nopember 2019.
- Edit perdana, 1 Desember 2019.
No comments:
Post a Comment